BerandaUncategorizedOJK Perkuat Pembiayaan Peternak Sapi Perah Jatim lewat Program Pengembangan Ekonomi Daerah

OJK Perkuat Pembiayaan Peternak Sapi Perah Jatim lewat Program Pengembangan Ekonomi Daerah

Penulis

Tanggal

Kategori

Jogyakarta, 28 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perluasan akses pembiayaan bagi peternak sapi perah di Jawa Timur melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) 2026. Hingga triwulan III 2026, program tersebut mencatat nilai pertanggungan asuransi sebesar Rp80,607 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, memaparkan perkembangan program tersebut dalam kegiatan Media Gathering OJK Jatim di Yogyakarta, Selasa (27/10/2026). Program ini mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital dan penilaian kredit alternatif untuk membantu peternak memperoleh akses layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

Berdasarkan data realisasi hingga triwulan III 2026, total pembiayaan yang tercatat dalam program mencapai Rp10,079 miliar. Sementara itu, pembiayaan yang tercakup dalam penjaminan mencapai Rp57 juta.

Program PED 2026 juga mencatat total skor kredit berdasarkan Historical Information Transfer (HIT) sebesar 3.347. Pemanfaatan informasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan penilaian kelayakan kredit bagi peternak sapi perah.

Pelaksanaan program dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari komitmen dukungan melalui penandatanganan nota kesepahaman, penyerahan akses keuangan secara simbolis, hingga peluncuran sistem Enterprise Resource Planning (ERP) bagi peternak sapi perah.

Melalui sistem tersebut, informasi terkait usaha peternakan dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses penilaian kelayakan pembiayaan. Data yang digunakan mencakup informasi usaha, kesehatan ternak, produktivitas ternak, dan pendapatan peternak.

Pemanfaatan data alternatif diharapkan dapat membantu lembaga jasa keuangan memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi usaha calon penerima pembiayaan. Dengan demikian, peternak yang memiliki potensi usaha tetapi belum sepenuhnya memenuhi persyaratan penilaian kredit konvensional berpeluang mendapatkan akses pembiayaan yang lebih sesuai.

Selain pembiayaan dan penjaminan, asuransi menjadi komponen penting dalam program tersebut. Perlindungan asuransi diharapkan membantu mengantisipasi risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha peternakan sapi perah, termasuk risiko yang berkaitan dengan kondisi ternak.

Pengembangan akses keuangan melalui PED 2026 merupakan salah satu upaya untuk memperkuat sektor produktif daerah. Melalui integrasi teknologi digital, data alternatif, pembiayaan, penjaminan, dan asuransi, OJK mendorong ekosistem keuangan yang lebih inklusif bagi peternak sapi perah di Jawa Timur.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan, memperluas akses layanan keuangan, serta memperkuat kontribusi sektor peternakan terhadap perekonomian daerah. (jal)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru