Lumajang,17 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Di tengah tantangan efisiensi anggaran, kebutuhan pembangunan infrastruktur, serta karakter wilayah yang rawan bencana, perekonomian Kabupaten Lumajang tetap menunjukkan kinerja yang positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang, pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 5,35 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,52 persen.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat mengikuti Forum Diskusi Kunjungan Badan Anggaran DPR RI ke Jawa Timur di Ruang Binaloka Adhikara, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.
“Pertumbuhan ekonomi kami sebelum saya menjadi bupati berada di angka 4,5 persen. Setelah satu tahun, meningkat menjadi 5,3 persen,” ujarnya.
Data BPS Kabupaten Lumajang mencatat, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp46,49 triliun, sedangkan PDRB per kapita meningkat menjadi sekitar Rp40,35 juta. Struktur perekonomian daerah masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 31,98 persen.
Menurut Bunda Indah, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga sektor-sektor produktif tetap tumbuh. Penguatan sektor pertanian, pengembangan pariwisata, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kualitas pelayanan publik terus menjadi fokus pembangunan daerah.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga terus meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya di kawasan yang terdampak aktivitas Gunung Semeru. Infrastruktur yang andal dinilai berperan penting dalam mendukung distribusi hasil pertanian, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Bunda Indah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Di tengah berbagai tantangan, kami terus berupaya menjaga agar pembangunan tetap berjalan, pelayanan kepada masyarakat tetap optimal, dan sektor-sektor produktif terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis sinergi antara pemerintah, dunia usaha, petani, pelaku UMKM, dan seluruh elemen masyarakat akan menjadi modal utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan fondasi sektor pertanian yang kuat serta dukungan pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal, Kabupaten Lumajang diharapkan mampu terus meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperluas peluang kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
