Ngawi, 7 Nopember 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kabupaten Ngawi mendapat kehormatan menjadi pusat penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026. Tak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga pelajar, pembukaan pesta olahraga tingkat provinsi ini juga berlangsung meriah dan menjelma menjadi pesta rakyat.
Puluhan ribu warga memadati Alun-Alun Ngawi, Jumat (6/11/2026). Mereka berbaur dengan para atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk menyaksikan kemeriahan pembukaan POPDA XV.
Suasana semakin semarak ketika bintang tamu Guyon Waton tampil menghibur masyarakat. Penampilan grup musik tersebut menjadi magnet tersendiri yang membuat suasana Alun-Alun Ngawi semakin hidup. Masyarakat dari berbagai kalangan larut dalam kemeriahan, menjadikan pembukaan POPDA bukan hanya seremoni olahraga, tetapi juga hiburan dan ruang kebersamaan masyarakat.
POPDA XV Jatim resmi dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dengan ditandai nyala api obor yang sebelumnya di bawa oleh para atlet. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 11 November 2026.
Dalam sambutannya, Emil mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ngawi yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan POPDA XV. Dia berharap kesuksesan kegiatan tidak hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
“Kepada para atlet, selamat berjuang untuk meraih prestasi terbaik. Junjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Selamat bertanding untuk mendapatkan hasil terbaik,” ujar Emil.
POPDA XV Jatim diikuti kontingen dari 38 kabupaten/kota. Pertandingan tersebar di empat daerah, yakni Kabupaten Ngawi, Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kabupaten Magetan. Namun, pusat kegiatan dipusatkan di Kabupaten Ngawi.
Dari total 30 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, sebanyak 21 cabor digelar di Ngawi. Kondisi ini menjadikan Ngawi sebagai pusat aktivitas olahraga sekaligus tempat berkumpulnya atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping dari berbagai daerah.
Kemeriahan pembukaan yang menghadirkan puluhan ribu warga juga menjadi gambaran besarnya potensi ekonomi yang dibawa penyelenggaraan POPDA XV. Kehadiran ribuan peserta dan masyarakat diperkirakan meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk unggulan serta potensi lokal Kabupaten Ngawi kepada para tamu dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Dengan menjadi pusat penyelenggaraan POPDA XV, Ngawi berkesempatan menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi sekaligus mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi daerah.
Sementara itu, persaingan perebutan supremasi olahraga pelajar Jawa Timur berlangsung ketat. Berdasarkan klasemen sementara hingga Jumat (6/11/2026) pukul 14.51 WIB, Kota Surabaya masih memimpin dengan koleksi 32 medali emas, 34 perak, dan 37 perunggu. Total, Surabaya mengumpulkan 103 medali.
Kota Gresik menempati posisi kedua dengan raihan 26 emas, 14 perak, dan 14 perunggu. Sedangkan Kabupaten Sidoarjo berada di peringkat ketiga dengan 15 emas, 26 perak, dan 16 perunggu.
Kota Kediri menempati posisi keempat dengan 15 emas, 15 perak, dan lima perunggu. Bangkalan melengkapi lima besar dengan raihan 12 emas, enam perak, dan enam perunggu.
Peta persaingan tersebut menunjukkan kekuatan olahraga pelajar Jawa Timur semakin merata. Selain daerah yang berada di papan atas, Kabupaten Malang, Kota Malang, Banyuwangi, Jombang, dan sejumlah daerah lainnya juga terus menunjukkan daya saing melalui perolehan medali di berbagai cabang olahraga.
Melalui penyelenggaraan POPDA XV, Ngawi diharapkan tidak hanya sukses menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu memperoleh manfaat jangka panjang, baik dalam pembinaan olahraga pelajar maupun peningkatan perekonomian masyarakat.(her)
