BerandaPendidikanJaring Aspirasi Peternak Papua, Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Hadirkan Modul Penguatan Kapasitas

Jaring Aspirasi Peternak Papua, Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Hadirkan Modul Penguatan Kapasitas

Penulis

Tanggal

Kategori

Surabaya, 28 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 Universitas Airlangga (UNAIR) yang diketuai oleh Prof Dr Erma Safitri drh MSi susun lima modul edukasi peningkatan kapasitas peternak di Prafi, Manokwari, Papua Barat. Modul tersebut membantu peternak mengelola kesehatan, reproduksi, pakan, dan pencatatan ternak secara lebih terukur.

Prof Erma menuturkan, perancangan modul tersebut merupakan keberlanjutan program TEP, yang didasarkan pada aspirasi dan hasil wawancara Posyandu Ternak Keliling yang sebelumnya dilakukan oleh TEP 13 UNAIR.

Berangkat dari Aspirasi Peternak

“Peternak sering mengalami berbagai permasalahan. Seperti permasalahan lalat, sapi yang kurus hingga terindikasi cacingan, ketidaktahuan penanganan saragan parasit yang menyiksa dan menghisap setiap aliran darah ternak. Bahkan, mereka juga sering kali dihantui oleh aksi pencurian sapi pada area gembala yang kadang hanya menyisakan isi perut dan kepala sapi,” terangnya.

Urgensi itulah yang membuat Prof Erma dan tim mengambil langkah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi peternak melalui penguatan kapasitas dengan pendekatan edukasi yang sederhana, aplikatif, dan mudah dipahami. Dengan demikian, akan terjadi transfer pengetahuan kepada peternak maupun kader peternak sebagai penggerak pembelajaran di tingkat masyarakat. Selain itu, masalah yang peternak alami akan terselesaikan, dengan tangan mereka sendiri secara jangka panjang.

Lima Modul

Modul pertama bertajuk “Edukasi Kesehatan Ternak”, berfokus pada pengamatan kondisi tubuh, nafsu makan, feses, luka, sanitasi kandang, pencegahan penyakit parasiter, hingga pemahaman mengenai pemberian obat cacing sesuai arahan petugas kesehatan hewan.  Modul kedua, “Edukasi Reproduksi Ternak”, mencakup pengenalan tanda-tanda birahi, pencatatan perkawinan, pemantauan kebuntingan, perawatan dan pengamatan indukan setelah melahirkan, serta pencatatan kelahiran pedet melalui penggunaan kartu recording.

Lima modul edukasi yang disusun oleh Tim Ekspedisi Patriot 13 UNAIR (Foto: Istimewa)

Modul ketiga, “Penggembalaan Sehat”, berisi tenatang manajemen pengaturan waktu penggembalaan, pemilihan lokasi yang aman, pengenalan risiko penyakit parasiter pada area basah, penyediaan tempat teduh dan air minum, serta pentingnya pemantauan ternak selama berada di area perkebunan. Selanjutnya, modul keempat, “Manajemen Kandang dan Pemeliharaan”, memberikan panduan mengenai sanitasi sederhana, pengelolaan tempat istirahat, pengaturan pemberian pakan, pemantauan kondisi tubuh, serta pencatatan kegiatan pemeliharaan harian.

Modul kelima, memperkenalkan pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku pakan alternatif melalui teknologi fermentasi silase. Materi meliputi pengenalan alat dan bahan, proses pencacahan, pencampuran molases atau inokulan, fermentasi dalam kondisi anaerob, pemeriksaan kualitas hasil fermentasi, penyimpanan, hingga uji pemberian secara terbatas dan bertahap kepada ternak dengan memperhatikan keamanan serta kebutuhan nutrisinya.

Peran Perguruan Tinggi

“Tersusunnya modul ini sejalan dengan tujuan Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi dalam mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan berbasis kebutuhan dan potensi wilayah,” ujar Prof Erma. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi masyarakat kawasan transmigrasi. Rangkaian kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Quality Education) melalui penyusunan lima modul pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengelolaan ternak yang sehat dan produktif, SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi peternak lokal, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan peternakan berkelanjutan di kawasan transmigrasi. (naf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru