Surabaya, 4 Nopember 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali memperkuat jajaran pilar akademik melalui Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar yang digelar di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR C UNAIR pada Rabu (4/11/2026). Dalam momen tersebut, Rektor UNAIR secara resmi mengukuhkan tiga profesor baru.
Di antaranya, Prof Dr Brahmana Askandar Tjokroprawiro, dr SpOG SubspOnk dikukuhkan di bidang Onkologi Ginekologi, Prof Dr Sri Endah Kinasih SSos MSi di bidang Antropologi Hukum dan Migrasi dan Prof Dr Rochmah Kurnijasanti drh MSi di bidang Natural Product Farmakoterapi dan Toksikologi.
Sinergi Ilmu Kedokteran, Sosial, dan Ketahanan Pangan
Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan, SE MSi MFin menyampaikan apresiasinya terhadap paparan orasi ilmiah dari ketiga profesor baru tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa riset dan ilmu pengetahuan tidak boleh lepas dari dinamika serta kebutuhan masyarakat luas.
Prof Brahmana Askandar dalam orasinya memaparkan pemanfaatan terapi presisi, bedah robotik, dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan ketepatan diagnosis serta pengobatan kanker pada perempuan menuju Indonesia Emas 2045. Di bidang sosial humaniora, Prof Sri Endah Kinasih menegaskan pentingnya perlindungan kesehatan pekerja migran secara menyeluruh melalui perspektif antropologi hukum dan biosekuriti terpadu. Sementara itu, Prof Rochmah Kurnijasanti menghadirkan inovasi pakan fungsional berbahan tepung biji mahoni melalui pendekatan One Health untuk menopang ketahanan pangan dan kesehatan ternak.
“Inovasi kedokteran harus disertai pemerataan akses layanan. Perlindungan kesehatan pekerja migran memerlukan pertemuan antara ilmu kesehatan, hukum, dan kebijakan publik,” tegas Prof Madyan. Dalam kesempatan itu, itu turut menekankan pentingnya mengaitkan inovasi kesehatan hewan dengan keberlanjutan sistem ketahanan pangan serta lingkungan.
Perguruan Tinggi Sebagai Ruang Kolaborasi dan Solusi
Perguruan tinggi memiliki peran strategis yang tidak sekadar menjadi tempat untuk mengembangkan teori serta publikasi ilmiah. Di samping itu, Rektor menekankan bahwa kampus harus berfungsi sebagai wadah nyata dalam mengubah hasil riset menjadi solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Rektor menegaskan pentingnya memperkuat riset melalui kerja sama lintas disiplin serta keterlibatan aktif berbagai pihak luar. “Penelitian perlu terus diperkuat melalui kerja sama lintas disiplin, kemitraan dengan pemerintah, dunia industri dan dunia usaha, serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pengembangan ilmu,” ujarnya.
Menjaga Integritas dan Amanah Tridharma
Mengakhiri pidatonya, Rektor menyampaikan selamat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru besar baru beserta keluarga yang mendampingi. Ia berpesan agar gelar akademik tertinggi itu dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab, kejujuran ilmiah, serta memegang teguh etika profesi. “Kepada para guru besar yang hari ini resmi menyandang amanah tersebut, kami berharap agar senantiasa menjunjung tinggi etika dan integritas akademik, menjadi teladan, serta rujukan bagi masyarakat dan generasi akademisi berikutnya,” pungkas Rektor.(rin)
