Banyuwangi, 23 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Semarak perhelatan Gandrung Sewu 2026 mulai terasa di berbagai titik kedatangan di Banyuwangi. Menjelang pertunjukan tari kolosal yang menampilkan 1300 penari, penumpang pesawat dan kereta api disambut dengan pertunjukan tari Gandrung, Kamis – Minggu, 22-25 Oktober 2026.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih pada pengelola transportasi yang ikut menyemarakkan Gandrung Sewu, dengan menghadirkan nuansa Gandrung bagi para penumpang yang datang ke Banyuwangi. Semoga ini menjadi pengalaman yang berkesan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (23/10/2025).
Tahun ini Gandrung Sewu digelar mengusung konsep berbeda dengan digelar malam hari, di Pantai Boom Marina, Sabtu (24/10/2026) mulai pukul 18.30.
Para penumpang yang baru tiba di Bandara Banyuwangi dan stasiun kereta api, langsung disambut para penari Gandrung lengkap dengan music pengiringnya. Suasana meriah membuat sejumlah penumpang turut mengikuti gerakan tarian.
Iringan musik yang rancak memberikan suasana yang semarak hingga sejumlah penumpang juga ikut menari.
Bandara Banyuwangi juga bersolek, berbagai ornamen dan poster bertema Gandrung turut menghiasi area pelayanan. Bahkan suasana Gandrung Sewu sudah terasa sejak penumpang masih berada dalam pesawat.
Seperti perjalanan pesawat Super Air Jet rute Jakarta-Banyuwangi, para pramugari turut mengenakan omprog mahkota khas penari Gandrung, serta selendang yang menjadi bagian dari busana tradisionalnya.
Di Bandara Banyuwangi Tari Gandrung menyambut penumpang di jam 10.00 wib dan jam 05.00 wib. Khusus di tanggal 25 Oktober, Penari Gandrung ada di jam keberangkatan yakni pukul 17.00 wib.
Di Stasiun Kereta Api Banyuwangi, penari gandrung menyambut penumpang di setiap jadwal kedatangan yakni pagi pukul 05.00, siang pukul 14.00 dan sore pukul 15.00. Khusus hari Minggu Tarian Gandrung akan melepas keberangkatan penumpang pada pukul 16.00.
Ipuk mengatakan sentuhan budaya ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi penumpang, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Banyuwangi sejak pertama menginjakkan kaki di Banyuwangi.
“Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan Gandrung Sewu bukan sekadar pertunjukan tari kolosal, melainkan perayaan identitas dan kebanggaan Banyuwangi. Banyak yang terlibat menyemarakkan Gandrung Sewu,” ungkap Ipuk.
Tahun ini, Gandrung Sewu mengangkat tema “Kembang Dermo”. Ribuan penari akan menjadi bagian dari perhelatan yang menjadi salah satu ikon budaya daerah tersebut, dengan konsep pertunjukan malam bertajuk Glow in the Dark yang menghadirkan pengalaman berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. (tri)
