Gresik, 3 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Gresik sukses menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Organisasi Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) Gresik 2026 pada Minggu, 02 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari kader KIPAN dan KOPAN se-Kabupaten Gresik dengan fokus membangun resiliensi pemuda dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan Bimtek ini dirancang secara komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan pencegahan narkoba di tingkat remaja. Selain dibekali pemahaman mendalam terkait Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), peserta juga dilatih secara teknis dalam keterampilan komunikasi, konseling awal, hingga aspek kesehatan fisik dan mental.
Turut hadir memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ini, Analis Kebijakan Kepemudaan Bidpora Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, Ibu Mila Afidah, S.E.
Rangkaian materi pelatihan disampaikan secara interaktif oleh para narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing diantaranya, Disampaikan oleh Dr. Wenti Krisnawati, S.E., M.SM (Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik). Beliau membekali kader dengan teknik vokal, bahasa tubuh, serta metode penyampaian pesan interaktif (storytelling). Keterampilan ini disiapkan agar para kader mampu menjadi edukator yang persuasif dan efektif saat menyampaikan pesan pencegahan kepada kelompok sebaya (peer-group).
Direktur Plato Foundation, Dita Amalia, S.Sos., M.Psi, memaparkan materi penting terkait adiksi sebagai penyakit otak kronis. Dalam pembahasannya, dijelaskan bahwa pendekatan kepada korban narkoba harus berbasis pemulihan medis dan psikologis tanpa berlandaskan stigma atau penghakiman. Kader dilatih untuk melakukan active listening dan menjaga kerahasiaan (confidentiality) sebagai pendampingan awal sebelum korban dirujuk ke jalur rehabilitasi resmi.

Tim Dosen Akademi Analis Kesehatan Delima Husada Kabupaten Gresik memberikan penjelasan teknis mengenai dampak destruktif zat berbahaya terhadap fungsi organ tubuh. Selain itu, peserta dibekali pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai fondasi resiliensi fisik dan mental remaja dalam menolak tekanan negatif dari lingkungan.
Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan 50 kader KIPAN dan KOPAN yang telah dilatih dapat menjadi ujung tombak di lapangan. Koordinator KIPAN Kabupaten Gresik, Tri Juli Yansyah, S.Pd., menegaskan peran vital para peserta pasca-pelatihan ini.
“Para peserta yang hadir dalam Bimbingan Teknis ini bukan sekadar menghadiri acara, melainkan disiapkan menjadi agen perubahan di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik. Mereka adalah mata dan telinga masyarakat yang akan mengedukasi kawan sebaya dengan cara-cara kreatif dan relevan bagi anak muda,” ujar Tri Juli Yansyah.
ia menambahkan bahwa upaya pencegahan bahaya narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, melainkan butuh kepedulian serta keberanian aktif dari generasi muda itu sendiri.
“Harapan besar kami, usai pelatihan ini para kader langsung bergerak merangkul karang taruna dan komunitas lokal. Kita ingin memastikan seluruh wilayah Gresik—dari kawasan pesisir hingga pedesaan—memiliki benteng pemuda yang bersih, sehat, dan tangguh dari ancaman narkoba demi menyongsong masa depan daerah yang lebih bersinar,” tutupnya. (tri)
