More
    BerandaUncategorizedUngkap Bahaya True Crime Community, Mahasiswa UNAIR Kembangkan Strategi Deradikalisasi Remaja

    Ungkap Bahaya True Crime Community, Mahasiswa UNAIR Kembangkan Strategi Deradikalisasi Remaja

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 20 Juni 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Ketika sebagian remaja menjadikan pelaku kejahatan sebagai figur yang dikagumi di media sosial, ancaman radikalisasi digital tidak lagi menjadi sekadar kemungkinan. Fenomena True Crime Community (TCC) yang tengah berkembang di ruang digital mendorong mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) untuk meneliti faktor psikologis di balik keterlibatan remaja dalam komunitas tersebut melalui riset yang berhasil didanai Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH).

    Riset tersebut diketuai oleh Azka Syifa Mazaya bersama Calista Prashanti Jocom, Farrel Thalhah Mahendra, Nabila Juhaina, dan Saila Salsabila yang seluruhnya merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR. Berangkat dari fenomena tersebut, Azka bersama tim menginisiasi penelitian berjudul Mengagumi Kejahatan, Menjelma Ancaman: Menguak Radikalisasi Digital Remaja Indonesia dalam True Crime Community untuk mengkaji potensi radikalisasi digital pada remaja serta faktor psikologis yang melatarbelakanginya.

    Ancaman di Balik True Crime Community

    Berdasarkan data tahun 2026, tercatat 70 anak di 19 provinsi telah terpapar ideologi Neo-Nazi melalui kelompok TCC. Selain itu, Densus 88 juga menemukan 27 grup dan saluran media sosial yang terafiliasi dengan jaringan TCC global. Menurut Azka Syifa Mazaya, TCC tidak hanya menjadi ruang diskusi mengenai kasus kriminal, tetapi juga dapat berkembang menjadi komunitas yang mengagungkan pelaku kejahatan.

    “Selama ini upaya penanggulangan radikalisme lebih banyak berfokus pada tindakan represif. Padahal, aspek psikologis yang membuat remaja tertarik pada komunitas seperti ini juga perlu dipahami agar solusi yang diberikan lebih tepat sasaran,” ujar Azka.

    Tidak hanya itu, para anggotanya kerap membuat tribute edit, fan art, hingga fan fiction yang menjadikan pelaku kriminal sebagai figur idola. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat menormalisasi kekerasan dan kebencian terhadap sesama manusia. Bahkan, anggota TCC berpotensi terinspirasi untuk meniru tindakan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan yang mereka kagumi.

    “Yang kami khawatirkan adalah munculnya perilaku imitasi. Jika akar permasalahan ini tidak dipahami sejak awal, bukan tidak mungkin akan muncul kasus serupa di masa mendatang,” jelasnya.

    Kembangkan Strategi Deradikalisasi Berbasis Pengalaman Penyintas

    Saat ini, tim tengah memasuki tahap pra lapangan dengan melakukan adaptasi skala Exposure to Violent Extremism Scale (EXPO-12) ke dalam Bahasa Indonesia. Setelah itu, tim akan melakukan rekrutmen partisipan dan wawancara untuk mengumpulkan data penelitian. Selain menghasilkan laporan penelitian dan artikel ilmiah, mereka juga menargetkan luaran berupa akun media sosial edukatif, instrumen psikologis untuk Mengukur tingkat radikalisme digital remaja pada remaja Indonesia, serta policy brief yang dapat menjadi rekomendasi bagi pemangku kebijakan.

    Melalui riset tersebut, ia berharap dapat menyusun strategi deradikalisasi yang berangkat dari pengalaman mantan anggota TCC yang berhasil keluar dari komunitas tersebut. Pengalaman para penyintas harapanny mampu menjadi motivasi bagi remaja lain agar tidak terjebak dalam keterikatan parasosial terhadap pelaku kejahatan maupun konten yang mengarah pada radikalisme. “Harapan kami sederhana, yaitu membantu remaja lebih kritis dalam memilih dan mengkonsumsi konten digital sehingga tidak mudah terpapar paham radikal sejak usia muda dan nantinya kami juga akan mengembangkan alat ukur untuk mengukur tingkat radikalisasi digital remaja dari hasil temuan kami setelah riset,” pungkasnya. (naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru