BerandaUncategorizedWagub Emil Hadiri Pelantikan ISMI, Tegaskan Bangun Ekonomi yang Produktif dan Berdaya...

Wagub Emil Hadiri Pelantikan ISMI, Tegaskan Bangun Ekonomi yang Produktif dan Berdaya Saing

Penulis

Tanggal

Kategori

Surabaya, 27 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) Organisasi Wilayah (ORWIL) Jawa Timur Periode 2026–2031 serta pembukaan rakornas, KIBAR 5 dan Expo ISMI 2026 di Hotel Shangrila pada Selasa, (27/10).

“Selamat kepada seluruh Pengurus ISMI Orwil Jawa Timur yang hari ini resmi dilantik. Semoga amanah dijalankan untuk memperkuat peran saudagar muslim membangun ekonomi yang produktif, berdaya saing dan menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

“Saya juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Rakornas, KIBAR 5 dan Expo ISMI 2026 sebagai wadah untuk memperkuat kolaborasi, membangun kemitraan bisnis dan mewujudkan langkah konkret bagi kemajuan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Disampaikan Emil, pada Semester I 2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 5,84% (c-to-c), lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 5,45%. Selain itu, Jawa Timur berkontribusi sebesar 14,34% terhadap PDB nasional dan 25,40% terhadap perekonomian Pulau Jawa.

Pada Triwulan II Tahun 2026, struktur perekonomian Jawa Timur masih didominasi oleh tiga sektor utama, yaitu sektor industri pengolahan (31,11%), perdagangan (18,22%), dan pertanian (11,20%).

Kinerja ekonomi yang positif tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan investor terhadap Jawa Timur.  Tahun 2025, realisasi investasi Jawa Timur mencapai Rp 147,7 triliun, yang merupakan capaian tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Tren positif tersebut berlanjut pada semester I Tahun 2026, dengan realisasi investasi mencapai Rp 72,7 triliun, terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 49,8 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 22,9 triliun.

Efisiensi investasi Jawa Timur juga tercermin dari nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) tahun 2025 sebesar 5,26, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 6,37. Indikator tersebut menunjukkan kebutuhan tambahan investasi untuk menghasilkan tambahan output di Jawa Timur, relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

“Peran saudagar dan pengusaha muslim sangat penting tidak hanya sebagai penggerak investasi dan perdagangan, tetapi juga dalam mengoptimalkan potensi daerah melalui inovasi dan penciptaan nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Koperasi dan UMKM (K-UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur dengan kontribusi 60,09 persen terhadap PDRB dan nilai tambah bruto lebih dari Rp 2.044 triliun pada tahun 2025. Besarnya kontribusi ini menjadi dasar penting untuk terus memperkuat produktivitas dan daya saing K-UMKM.

Menurut Emil, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pemberdayaan koperasi dan UMKM melalui lima bidang utama, yaitu kelembagaan, produksi, sumber daya manusia, pembiayaan, dan pemasaran.

Upaya tersebut diwujudkan melalui perbaikan tata kelola koperasi, standardisasi dan sertifikasi produk, inkubasi bisnis, pelatihan manajerial dan digital, serta fasilitasi pembiayaan melalui Prokesra.

Sementara perluasan pasar dilakukan melalui penguatan jejaring usaha, promosi dan pameran, serta akses ke platform pengadaan pemerintah. Salah satu komoditas unggulan yang memiliki peluang pengembangan adalah kopi.

Emil menyebut, Jawa Timur termasuk lima besar provinsi penghasil kopi nasional. Potensi ini didukung Kopi Arabika Java Ijen Raung dengan luas lahan sekitar 12.228 hektare dan produksi sekitar 5.139 ton, serta Kopi Arabika Hyang Argopuro dengan luas sekitar 1.525 hektare dan produksi sekitar 537 ton.

Dalam forum ini juga diluncurkan Kopi Traceability sebagai langkah untuk memperkuat keterlacakan asal, proses dan mutu kopi. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar serta memperbesar nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi petani.

“Saya mengajak ISMI untuk memperkuat kemitraan antara petani, UMKM dan industri mengembangkan perdagangan antar regional melalui jejaring saudagar serta memperluas akses pasar produk unggulan daerah,” jelasnya.

“Mari manfaatkan business matching untuk mempertemukan pemasok, pengolah dan calon pembeli dilanjutkan dengan penjajakan kesepakatan serta tindak lanjut kerja sama yang konkret dan berkelanjutan,” pungkasnya.(her)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru