Surabaya, 23 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengarahkan prioritas anggaran 2027 untuk memperkuat pelayanan dasar, terutama pendidikan dan kesehatan, serta penanganan banjir. Kebijakan ini mencakup pembenahan fasilitas sekolah dan puskesmas, peningkatan kenyamanan ruang pelayanan, hingga penataan sistem pendidikan agar masyarakat memperoleh layanan publik yang layak dan merata.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penentuan prioritas anggaran harus berangkat dari kebutuhan mendasar masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkot Surabaya perlu memastikan program yang dibiayai benar-benar memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Saya sudah menyampaikan kepada Sekretaris Daerah dan tim anggaran agar berkoordinasi dengan DPRD untuk menentukan prioritas. Pada 2027, yang kita utamakan adalah pelayanan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir. Pemerintah harus hadir memberikan pelayanan yang paling baik kepada masyarakat,” ujar Wali Kota Eri, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan tidak hanya menyangkut proses belajar mengajar, tetapi juga kondisi fasilitas yang digunakan murid setiap hari. Karena itu, pembenahan sekolah akan diarahkan pada berbagai aspek, mulai dari kamar mandi, ruang kelas, hingga kenyamanan lingkungan belajar.
Wali Kota Eri menegaskan, sekolah negeri harus mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi alasan bagi seorang anak untuk memperoleh fasilitas pendidikan yang lebih rendah.
“Sekolah negeri identik dengan sekolah afirmasi. Saya tidak ingin anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan pelayanan yang tidak baik. Pemerintah harus hadir untuk memastikan mereka memperoleh pendidikan yang layak dan fasilitas yang memadai,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Pemkot Surabaya juga akan memperkuat tata kelola pendidikan, termasuk memastikan kebutuhan perlengkapan sekolah tidak membebani orang tua. Keseragaman seragam batik sekolah serta pengawasan harga menjadi bagian dari upaya menciptakan kebijakan pendidikan yang lebih tertata dan terjangkau.
Sementara itu, pada sektor kesehatan, pembenahan puskesmas akan difokuskan pada peningkatan kualitas bangunan dan penataan ruang pelayanan. Pemkot Surabaya berencana merehabilitasi fasilitas yang membutuhkan perbaikan serta menata ruang tunggu agar pasien memperoleh kenyamanan sesuai jenis layanan yang diakses.
“Karena itu, saya ingin pemerintah benar-benar hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ke depan, seluruh kebijakan dan anggaran harus diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar,” ujar dia.
Penataan tersebut mencakup penyediaan ruang tunggu yang lebih sesuai bagi setiap poli, sehingga pasien anak dan pasien dewasa dapat memperoleh pelayanan dengan lebih tertib dan nyaman. Langkah ini diharapkan mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, terutama bagi warga yang mengandalkan fasilitas kesehatan milik pemerintah.
“Pendidikan dan kesehatan adalah pelayanan dasar yang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, fasilitasnya harus layak, pelayanannya harus baik, dan warga yang membutuhkan bantuan pemerintah tetap berhak mendapatkan layanan berkualitas,” pungkasnya.(riz)
