Surabaya 17 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pengurus Hapkido Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar seminar Mugihyung bagi 20 pelatih di Surabaya, Minggu, 17 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas pelatih guna mendongkrak prestasi atlet, khususnya di nomor seni.
Mugihyung merupakan nomor seni jurus menggunakan senjata yang dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan, termasuk tingkat nasional.
Adapun senjata yang digunakan meliputi tongkat ganda, pedang, dan tongkat panjang.
Dalam seminar tersebut, para pelatih mendapatkan pembekalan langsung dari Grandmaster Hapkido Indonesia, Vincentius Yoyok Suryadi.
Materi yang diberikan mencakup teknik dasar hingga pengembangan program latihan berbasis seni bersenjata.
Ketua Hapkido Indonesia Jawa Timur, Ivan Risvianto, menegaskan bahwa Mugihyung menjadi fokus pembinaan karena capaian Jawa Timur di nomor ini masih belum optimal.
“Kita lemah di nomor ini. Saya ingin Jawa Timur bisa setara, bahkan lebih baik dari provinsi lain,” ujar Ivan.
Menurutnya, selama ini Jawa Timur memiliki keunggulan di nomor tarung, tetapi belum mampu menunjukkan performa maksimal di nomor seni. Padahal, nomor seni memiliki kontribusi penting dalam perolehan medali di tingkat nasional.
Ivan menambahkan bahwa Mugihyung tidak hanya mencakup seni tangan kosong, tetapi juga seni bersenjata yang membutuhkan teknik dan pemahaman khusus. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pelatih menjadi langkah awal yang krusial.
“Ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga pemahaman menyeluruh. Karena itu, kami memberikan perhatian khusus pada nomor seni, baik tangan kosong maupun senjata,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, mengapresiasi langkah Hapkido Jatim dalam meningkatkan kualitas pelatih melalui seminar kepelatihan.
Ia menekankan bahwa pelatih memiliki peran strategis dalam membentuk atlet berprestasi, tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga mental dan karakter.
“Pelatih harus mampu mentransformasikan keterampilan, sekaligus membangun mental, moral, dan sikap atlet,” kata Nabil.
Nabil juga mengingatkan agar peran pelatih tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar menjadi faktor utama dalam keberhasilan atlet.
“Pelatih harus profesional. Bagaimana melahirkan atlet profesional jika pelatihnya sendiri belum maksimal,” tegasnya.
Melalui seminar ini, diharapkan para pelatih Hapkido Jawa Timur mampu meningkatkan kualitas metode latihan dan pembinaan. Dengan demikian, ke depan akan lahir lebih banyak atlet berprestasi, khususnya di nomor Mugihyung.(her)
