Surabaya 18 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-25 berjalan tertib dan lancar. Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 15 Mei 2026, sebanyak 34.521 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci atau mencapai 78 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.
Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
Hingga 14 Mei 2026, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 86 kloter dengan total 32.621 jemaah dan petugas. Pada 15 Mei 2026, terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.900 orang yang tergabung dalam Kloter SUB 87 hingga SUB 91. Dengan demikian, total kumulatif pemberangkatan mencapai 34.521 orang dalam 91 kloter.
Secara rinci, jumlah yang telah diberangkatkan terdiri atas 33.917 jemaah, 363 petugas, 130 PHD, dan 111 PIH KBIHU. Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 16.100 orang merupakan jemaah laki-laki dan 18.421 orang perempuan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa seluruh proses operasional pemberangkatan terus dioptimalkan agar berjalan sesuai jadwal dan memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
“PPIH terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh unsur pelayanan untuk memastikan proses pemberangkatan berjalan aman, tertib, dan tepat waktu. Kesehatan serta keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Dalam dinamika operasional pemberangkatan, tercatat sebanyak 142 mutasi keluar. Mutasi tersebut terdiri atas 1 jemaah sakit di daerah, 30 jemaah sakit di RS Haji, 2 jemaah hamil di asrama haji, 13 pendamping jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 30 jemaah tunda dari daerah, 3 jemaah tunda melalui skema Mecca Route, 37 praman kosong, 2 perpindahan nomor urut, dan 23 perpindahan kloter.
Untuk mengoptimalkan kapasitas penerbangan, PPIH juga melakukan mutasi masuk sebanyak 83 jemaah, terdiri atas 26 jemaah dari daftar belum berkloter dan 57 jemaah dari kloter lain. Hingga saat ini, jumlah open seat tercatat sebanyak 59 kursi.
Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), sebanyak 88 kloter tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal penerbangan.
PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat sebanyak sembilan jemaah wafat selama masa operasional pemberangkatan haji tahun 2026, terdiri atas delapan jemaah wafat di Arab Saudi dan satu jemaah wafat di embarkasi.
Adapun daftar jemaah wafat di Arab Saudi sebagai berikut:
- Kamariyah Dul Tayib (85 tahun), Kloter 8 Kabupaten Pasuruan.
- Abd Wachid (71 tahun), Kloter 7 Kabupaten Pasuruan.
- Fajar Puja Sasmita (53 tahun), Kloter 11 Kota Malang.
- Sibiatun Saji (72 tahun), Kloter 33 Kabupaten Lamongan.
- Mustika Rajim D (75 tahun), Kloter 47 Kabupaten Gresik.
- Suyono Reso (58 tahun), Kloter 62 Kabupaten Jombang.
- Dumaiyah Gopur (67 tahun), Kloter 6 Kabupaten Pasuruan.
- Asraf Sudam (65 tahun), Kloter 1 Kabupaten Probolinggo.
Sementara itu, satu jemaah wafat di embarkasi atas nama Tini Atmin (56 tahun) dari Kloter 43 Kabupaten Gresik akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya.
“Atas nama PPIH Embarkasi Surabaya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam.
Hingga saat ini, terdapat enam jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya karena faktor kesehatan dan masih menjalani observasi medis. Keenam jemaah tersebut masing-masing atas nama Manah Saram asal Kabupaten Pamekasan Kloter 73, Nawawi Syamsul Arifin dan Abdul Manaf asal Kabupaten Bondowoso Kloter 86, serta Sahwati Marta Is, Rafiin P Supatri, dan Fathor Rahman Bunawardi asal Kabupaten Bondowoso dan Situbondo pada Kloter 87 dan 89.
Selain menjalani pemantauan kesehatan, sebagian jemaah juga masih menunggu ketersediaan kursi kosong untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya sesuai hasil rekomendasi tim kesehatan dan kebijakan operasional PPIH.
Pada fase pertama pemberangkatan, jemaah tertua Embarkasi Surabaya tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang dengan usia 98 tahun.
PPIH Embarkasi Surabaya juga menjadwalkan kedatangan tiga kloter ke Asrama Haji pada 16 Mei 2026 dengan total 1.140 jemaah dan petugas yang berasal dari Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang.
PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah selama proses operasional penyelenggaraan ibadah haji berlangsung.(her)
