More
    BerandaUncategorizedDari Ruang Kelas Desa, Persatuan Bangsa Dijaga Hadapi Disinformasi Sosial

    Dari Ruang Kelas Desa, Persatuan Bangsa Dijaga Hadapi Disinformasi Sosial

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang 19 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Pendidikan kebangsaan sejak usia dini semakin dipandang strategis untuk menjaga persatuan bangsa di tengah perkembangan era digital yang membawa arus informasi tanpa batas. Di tengah derasnya media sosial dan meningkatnya potensi disinformasi, pembentukan karakter kebangsaan anak menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kohesi sosial Indonesia.

    Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan wawasan kebangsaan yang diberikan Babinsa Wates Kulon Koramil 0821-06/Ranuyoso, Kopka Sudarmono, kepada siswa kelas 5 SD Negeri Wates Kulon 02, Senin (18/5/2026). Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pemahaman Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi hidup bersama di tengah keberagaman.

    Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, menilai pendidikan kebangsaan di tingkat sekolah dasar menjadi investasi penting untuk menjaga persatuan Indonesia di masa depan.

    “Anak-anak sekarang tumbuh dalam lingkungan digital yang sangat cepat. Mereka menerima banyak informasi setiap hari. Karena itu, pendidikan kebangsaan harus ditanamkan sejak dini agar mereka memiliki filter nilai, mampu menghargai perbedaan, dan tetap menjaga persatuan,” ujarnya.

    Menurutnya, era digital membawa banyak manfaat dalam pendidikan, namun juga menghadirkan tantangan baru. Informasi yang tidak terverifikasi, konten provokatif, hingga narasi yang berpotensi memecah belah dapat dengan mudah diakses anak-anak. Tanpa fondasi karakter yang kuat, generasi muda rentan menerima informasi secara mentah tanpa kemampuan memilah.

    Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa perbedaan suku, agama, bahasa, dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama.

    “Sebagai generasi penerus bangsa, adik-adik harus bangga menjadi anak Indonesia. Walaupun berbeda-beda, kita tetap satu tujuan, yaitu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Kopka Sudarmono.

    Pendidikan kebangsaan di sekolah dasar menjadi penting karena masa anak-anak merupakan tahap pembentukan pola pikir dan karakter. Nilai toleransi, gotong royong, serta semangat nasionalisme yang ditanamkan sejak dini akan membentuk cara pandang mereka dalam menghadapi dinamika sosial saat dewasa.

    Kepala SD Negeri Wates Kulon 02, Muhammad Syamroni, menilai kegiatan tersebut membantu memperkuat pendidikan karakter yang selama ini menjadi perhatian sekolah.

    Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan sikap hidup. Pemahaman kebangsaan akan menjadi bekal penting bagi siswa untuk tumbuh sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

    Di tengah transformasi digital, penguatan wawasan kebangsaan di sekolah menjadi benteng sosial yang menjaga generasi muda dari pengaruh disinformasi, intoleransi, dan konflik berbasis perbedaan. Pendidikan karakter menjadi kunci agar kecerdasan teknologi berjalan seiring dengan kedewasaan sosial.

    Melalui kegiatan sederhana di ruang kelas desa, upaya menjaga persatuan bangsa sesungguhnya sedang dibangun dari akar. Ketika anak-anak memahami arti kebersamaan dan menghormati perbedaan sejak dini, masa depan persatuan Indonesia memiliki fondasi yang lebih kuat. (MC Kab. Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru