Surabaya 20 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Operasional pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-30 berjalan lancar dan tertib. Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 20 Mei 2026 pukul 15.00 WIB, sebanyak 42.104 jamaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci atau mencapai 96 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.
Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jamaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
Secara kumulatif hingga 19 Mei 2026, sebanyak 40.207 jamaah dan petugas telah diberangkatkan dalam 106 kloter. Pada 20 Mei 2026 terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.897 orang dari Kloter SUB 107, SUB 108, SUB 109, SUB 110, dan SUB 111, sehingga total kumulatif pemberangkatan mencapai 42.104 orang dalam 111 kloter.
Berdasarkan komposisi jenis kelamin, jumlah jamaah dan petugas yang telah diberangkatkan terdiri atas 19.736 laki-laki dan 22.368 perempuan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa proses operasional pemberangkatan terus berjalan sesuai jadwal dengan dukungan koordinasi lintas sektor yang optimal.
“Alhamdulillah, hingga hari ke-30 operasional pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Surabaya berjalan dengan baik dan lancar. Seluruh petugas terus bersinergi memberikan pelayanan terbaik demi memastikan jamaah dapat berangkat dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan operasional, tercatat sebanyak 178 mutasi keluar yang memengaruhi komposisi manifest keberangkatan jamaah. Mutasi keluar tersebut terdiri atas 1 jamaah sakit di daerah, 40 jamaah sakit di Rumah Sakit Haji, 2 jamaah hamil di asrama haji, 20 pendamping jamaah, 1 jamaah wafat di daerah, 42 jamaah tunda dari daerah, 3 jamaah tunda Mecca Route, 42 praman kosong, 2 jamaah sakit di perjalanan, 2 perpindahan nomor urut, serta 23 perpindahan kloter.
PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat sebanyak 102 mutasi masuk yang terdiri atas 34 jamaah dari daftar belum berkloter dan 68 jamaah dari kloter lain yang dialihkan untuk mengisi kursi kosong. Dengan mekanisme tersebut, jumlah open seat hingga saat ini tercatat sebanyak 76 kursi.
“Optimalisasi pengisian kursi kosong terus dilakukan agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan keberangkatan jamaah dapat berjalan efektif sesuai jadwal,” tambah Mohammad As’adul Anam.
Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), sebanyak 108 kloter tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.
PPIH Embarkasi Surabaya juga menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 14 jamaah wafat, terdiri atas 13 jamaah wafat di Arab Saudi dan 1 jamaah wafat di embarkasi.
Adapun daftar jamaah wafat di Arab Saudi sebagai berikut:
- Kamariyah Dul Tayib (85 tahun), Kloter 8 Kabupaten Pasuruan.
- Abd Wachid (71 tahun), Kloter 7 Kabupaten Pasuruan.
- Fajar Puja Sasmita (53 tahun), Kloter 11 Kota Malang.
- Sibiatun Saji (72 tahun), Kloter 33 Kabupaten Lamongan.
- Mustika Rajim D (75 tahun), Kloter 47 Kabupaten Gresik.
- Suyono Reso (58 tahun), Kloter 62 Kabupaten Jombang.
- Dumaiyah Gopur (67 tahun), Kloter 6 Kabupaten Pasuruan.
- Asraf Sudam (65 tahun), Kloter 1 Kabupaten Probolinggo.
- Tarni Talikah Kastamun (66 tahun), Kloter 55 Kabupaten Sidoarjo.
- Samanu Linggan (85 tahun), Kloter 16 Kabupaten Malang.
- Ngatiyah Marijo (62 tahun), Kloter 91 Kabupaten Jember.
- Mat Sahid (79 tahun), Kloter 30 Kabupaten Lamongan.
- Rohmat Ridwan (64 tahun), Kloter 41 Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, jamaah wafat di embarkasi atas nama Tini Atmin (56 tahun), Kloter 43 Kabupaten Gresik, akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya.
“Kami turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jamaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam.
Hingga saat ini, jumlah jamaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 12 orang yang terdiri atas 7 jamaah sakit, 3 pendamping, dan 2 kategori lain-lain yang masih menjalani observasi kesehatan maupun penjadwalan keberangkatan lanjutan.
Pada fase pertama pemberangkatan, jamaah tertua Embarkasi Surabaya tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang dengan usia 98 tahun.
PPIH Embarkasi Surabaya juga menjadwalkan kedatangan lima kloter terakhir ke Asrama Haji pada 20 Mei 2026 dengan total 1.900 jamaah dan petugas yang berasal dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, dan Kabupaten Pasuruan.
PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan jamaah selama proses operasional penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. (her)
