More
    BerandaUncategorizedPakar UNAIR Soroti Kerentanan Perempuan terhadap Kekerasan di Ruang Digital

    Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Perempuan terhadap Kekerasan di Ruang Digital

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 23 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Ruang digital membuka peluang baru bagi perempuan untuk menyuarakan gagasan. Namun, dibalik peluang tersebut terdapat risiko kekerasan dan pelecehan berbasis digital. Prof Dra Myrtati Dyah Artaria MA PhD, Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Airlangga (UNAIR) menilai bahwa meningkatnya partisipasi perempuan di internet berjalan seiring dengan meningkatnya kerentanan terhadap serangan digital.

    Ruang Digital: Peluang Sekaligus Risiko bagi Perempuan

    Menurut Prof Myrta selaku guru besar di bidang bio-antropologi dan antropologi forensik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR menyampaikan bahwa ruang digital memberi kesempatan besar bagi perempuan untuk melakukan aktivitas baru. Namun, dibalik peluang tersebut juga terdapat ancaman yang menyertai.

    “Di satu sisi, ruang digital membuka peluang baru bagi perempuan untuk bekerja, membangun jejaring, menyuarakan opini, hingga melakukan advokasi sosial. Namun, disisi lain ruang digital juga menciptakan bentuk kekerasan dan pelecehan yang sering kali lebih sulit dikendalikan dibanding kekerasan di ruang fisik,” ujarnya.

    Budaya Patriarki Mempengaruhi Media Digital

    Ia menilai kerentanan tersebut tidak lepas dari budaya patriarki yang masih kuat. “Perempuan lebih sering menerima komentar negatif, body shaming, dan serangan personal di media digital karena internet masih membawa ketimpangan gender dan budaya patriarki yang sudah lama ada di masyarakat. Teknologinya memang baru, tetapi cara orang memperlakukan perempuan masih sama seperti di dunia nyata,” jelasnya.

    Identitas perempuan kerap dikaitkan dengan aspek pribadi seperti tubuh, emosi, moralitas, dan relasi sosial. Sehingga kritik terhadap perempuan di ruang publik sering bergeser dari substansi gagasan menuju identitas personal. Akibatnya, ketika perempuan tampil di ruang publik, kritik yang diterima sering bergeser dari apa yang ia katakan menjadi siapa dirinya.

    Prof. Myrta menegaskan bahwa ruang digital bukanlah dunia yang terpisah dari kehidupan sosial. “Ruang digital sebenarnya tidak terpisah dari kehidupan sosial. Nilai, norma, dan budaya di masyarakat ikut terbawa ke internet. Karena itu, cara perempuan diperlakukan di dunia digital sering mencerminkan bagaimana perempuan diperlakukan di dunia nyata,” ungkapnya.

    Pola Serangan dan Pentingnya Dukungan bagi Perempuan

    Serangan digital terhadap perempuan kerap terjadi secara bertahap. Serangan biasanya dimulai dari komentar merendahkan, kemudian berkembang menjadi ancaman, penyebaran data pribadi, hingga kekerasan seksual berbasis digital.

    Prof Myrta menjelaskan dampak dari serangan tersebut menjadi kompleks. “Pengalaman negatif di media digital dapat memberi dampak yang luas terhadap perempuan, bukan hanya pada perasaan sesaat, tetapi juga pada kesehatan mental, identitas diri, relasi sosial, bahkan perkembangan akademik dan karier,” paparnya.

    Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital masyarakat. Menurutnya, banyak pengguna internet memahami kebebasan berekspresi sebagai hak untuk mengatakan apa saja tanpa memahami etika komunikasi digital. Karena itu, menciptakan ruang digital yang sehat membutuhkan perubahan di berbagai level, mulai dari individu hingga kebijakan. Prof. Myrta berpesan agar perempuan tetap percaya diri dan berani berkarya. “Jangan biarkan rasa takut membuat diri mengecil. Dunia digital membutuhkan suara, karya, perspektif, dan keberadaan perempuan. Namun pada saat yang sama, penting juga untuk memahami bahwa menjaga diri di ruang digital bukan tanda lemah, melainkan bentuk kesadaran dan perlindungan diri,” tutupnya.(rin)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru