More
    BerandaUncategorizedBerkat Rekam Jejak Riset, Peneliti UNAIR Jadi Nominasi Lindau Nobel Laureate Meeting...

    Berkat Rekam Jejak Riset, Peneliti UNAIR Jadi Nominasi Lindau Nobel Laureate Meeting 2026

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 12 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Veryl Hasan SPi MP, berhasil masuk nominasi dalam ajang bergengsi The 75th Lindau Nobel Laureate Meeting 2026 di Jerman. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari rekam jejak penelitiannya yang konsisten di bidang konservasi sumber daya perairan.

    Lindau Nobel Laureate Meeting merupakan forum ilmiah tahunan yang mempertemukan peraih Hadiah Nobel dengan ilmuwan muda berbakat dunia. Tujuannya untuk mendorong pertukaran pengetahuan, diskusi lintas generasi, dan jejaring riset internasional.

    Rekam Jejak Riset Konservasi

    Nominasi tersebut tidak terlepas dari rekam jejak riset Veryl yang konsisten dan berdampak di bidang konservasi. Ia diketahui pernah meraih pendanaan riset dari organisasi konservasi internasional berbasis di Inggris, Synchronicity Earth, melalui penelitian konservasi ikan rawa gambut di Bintan yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati serta pemberdayaan masyarakat lokal.

    Selain itu, rekam publikasi ilmiahnya juga turut memperkuat proses seleksi. Dalam publikasinya di Journal of Fish Biology, ia mengangkat isu pengelolaan perikanan air tawar hias (Ornamental Freshwater Trade). Selanjutnya, publikasinya di Check List: The Journal of Biodiversity Data, ia memaparkan identifikasi kura-kura air tawar Orlitia borneensis dari Pulau Belitung.

    Berawal Riset Menjadi Pengakuan Internasional

    Baru-baru ini, Veryl bersama tim melakukan penelitian keragaman ikan di Sungai Surabaya yang mencatat puluhan spesies ikan air tawar sebagai basis data konservasi. Ia mengaku penelitian tersebut memiliki makna personal.

    “Momen paling berkesan bagi saya adalah saat meneliti keragaman ikan di sungai sekitar Surabaya, karena penelitian tersebut selaras dengan wilayah tempat saya mengajar,” tuturnya.

    Ia juga menambahkan bahwa pencapaiannya masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist 2024 versi Stanford University dan Elsevier menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia mengungkapkan bahwa seluruh pencapaian tersebut berawal dari ketertarikannya pada penelitian.

    “Saya senang melakukan penelitian sejak S1. Ada kepuasan tersendiri ketika menemukan sesuatu yang belum pernah ditemukan sebelumnya,” ungkapnya. Di akhir ia menyampaikan pesan bagi para peneliti muda dan mahasiswa. “Menjadi peserta Lindau bukanlah tujuan utama. Hal yang paling penting adalah tetap berfokus pada proses penelitian yang berkualitas serta menghasilkan dampak nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.(rin)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru