Lumajang 8 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya melalui bantuan pemenuhan gizi, tetapi juga melalui penguatan kesadaran keluarga tentang pentingnya pola pengasuhan sehat.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan pendampingan keluarga berisiko stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, stunting tidak dapat diselesaikan hanya dengan intervensi sesaat. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui perubahan pola pikir dan kebiasaan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan.
“Program Genting bukan hanya soal bantuan nutrisi. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran keluarga tentang pola asuh sehat, pemeriksaan kehamilan rutin, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fase 1.000 hari pertama kehidupan menjadi periode paling penting dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Karena itu, keluarga perlu memahami bahwa asupan gizi, kesehatan ibu hamil, hingga pola pengasuhan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Lumajang juga mendorong penguatan peran kader PKK dan posyandu sebagai ujung tombak edukasi masyarakat. Kader diharapkan tidak hanya membantu pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga aktif mendampingi keluarga agar lebih memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Ketika keluarga memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan ibu dan anak, maka risiko stunting dapat ditekan lebih cepat,” tegasnya.
Selain edukasi kesehatan, program Genting juga menjadi ruang penguatan kepedulian sosial melalui keterlibatan orang tua asuh dalam mendampingi keluarga berisiko stunting. Pendekatan ini dinilai penting karena persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi keluarga.
TP PKK Lumajang menilai, keberhasilan percepatan penurunan stunting sangat ditentukan oleh kesinambungan pendampingan dan keterlibatan masyarakat. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah, kader kesehatan, dan keluarga terus diperkuat agar intervensi yang dilakukan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek.
Dengan pendekatan berbasis edukasi dan pendampingan keluarga, program Genting diharapkan mampu membangun fondasi generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. (MC Kab. Lumajang)
