Surabaya 15 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M terus berlangsung dengan lancar di Asrama Haji Kelas I Surabaya. Hingga Senin (15/6) pukul 05.00 WIB, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya telah menerima kedatangan 55 kelompok terbang (kloter) dengan total 20.849 jemaah dan petugas atau 47 persen dari total rencana kedatangan sebanyak 44.000 orang.
Berdasarkan data operasional PPIH Debarkasi Surabaya, jumlah jemaah yang telah tiba mencapai 20.472 orang, terdiri atas 9.446 jemaah pria dan 11.026 jemaah wanita. Sementara itu, jumlah petugas yang telah kembali ke Tanah Air sebanyak 377 orang, terdiri atas 81 PHD dan PIH KBIHU, 54 ketua kloter, 55 petugas ibadah haji kloter (PIHK), dan 110 tenaga kesehatan haji kloter (TKHK).
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan bahwa pelaksanaan operasional pemulangan hingga kloter ke-55 berjalan dengan baik berkat sinergi seluruh unsur pelayanan yang terlibat dalam penyelenggaraan haji.
“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya terus berjalan lancar dan terkendali. Seluruh petugas berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah sejak tiba di Bandara Juanda hingga kembali ke daerah asal masing-masing,” ujar As’adul Anam.
Dari sisi operasional penerbangan, hingga kloter 55 tercatat sebanyak 39 penerbangan tiba tepat waktu, 9 penerbangan lebih cepat dari jadwal, dan 7 penerbangan mengalami keterlambatan.
PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat sebanyak 142 mutasi keluar yang terdiri atas 24 jemaah wafat di Arab Saudi, 21 jemaah sakit di Arab Saudi, 10 jemaah tunda pulang, 5 jemaah pulang mandiri, 32 jemaah pindah kloter, 50 seat kosong, dan 69 open seat. Sementara itu, jumlah mutasi masuk mencapai 73 jemaah yang seluruhnya berasal dari jemaah yang telah memiliki kloter.
Hingga kloter 55, tercatat enam jemaah wafat yang masuk dalam laporan debarkasi, yaitu Hery Widianto asal Kota Malang, Wayan Rohani Suwasti asal Kota Malang, Kasijatin Tiba asal Kota Pasuruan, Darsiman Samsuri asal Kabupaten Tuban, Marsinah Marjan asal Kabupaten Bojonegoro, dan Sri Oetari asal Kota Surabaya.
Selain itu, masih terdapat 13 jemaah yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi maupun di tanah air sehingga belum dapat dipulangkan bersama kloternya.
As’adul Anam menegaskan bahwa PPIH Debarkasi Surabaya akan terus mengawal seluruh tahapan pemulangan hingga kloter terakhir tiba di Tanah Air.
“Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi setiap hari agar seluruh proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur. Kami juga mendoakan seluruh jemaah yang masih menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” pungkasnya.(her)
