Surabaya 19 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Menjadi seorang pendidik bukan hanya tentang menyampaikan ilmu di dalam kelas. Melainkan juga tentang menciptakan dampak nyata yang dirasakan oleh peserta didik, keluarga, dan masyarakat luas. Meilinda Istiqomah, alumnus Program Studi Teknologi Hasil Perikanan angkatan 2015, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi bukti. Kini, Meilinda mengabdikan diri sebagai guru Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi) di SMKN 1 Tlanakan, Pamekasan, Madura. Di tangannya, ruang kelas vokasi bertransformasi menjadi laboratorium wirausaha untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja.
Ilmu dari Kampus jadi Fondasi
Perjalanan Meilinda sebagai pendidik tidak bisa dilepaskan dari fondasi kuat yang ia bangun selama menempuh studi di FPK UNAIR. “Bekal ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang saya peroleh selama menempuh pendidikan di FPK UNAIR menjadi fondasi penting dalam membangun proses pembelajaran. Yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga pada penguatan keterampilan dan jiwa kewirausahaan peserta didik,” ungkapnya.
Ia percaya penuh bahwa lulusan sekolah kejuruan harus memiliki dua kemampuan. Yaitu adaptasi terhadap kebutuhan dunia kerja, dan keberanian untuk menciptakan peluang usaha secara mandiri. Keyakinan inilah yang kemudian ia wujudkan secara nyata melalui program-program inovatif yang ia rancang dan jalankan di SMKN 1 Tlanakan.
Kelompok Usaha Sekolah
Salah satu pencapaian paling membanggakan yang berhasil Meilinda wujudkan adalah terbentuknya kelompok usaha sekolah berbasis pengolahan hasil perikanan. Kelompok tersebut merupakan sebuah unit produksi yang menjadi wadah bagi siswa untuk menerapkan langsung ilmu yang mereka pelajari di kelas. Mulai dari pengolahan bahan baku perikanan, pengendalian mutu produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran, semua dilakukan secara nyata oleh tangan para siswa.
Berbagai produk olahan perikanan inovatif pun berhasil mereka kembangkan. Antara lain nugget ikan, kaki naga ikan, bakso ikan, abon ikan, dan aneka produk bernilai tambah lainnya. Produk-produk ini tidak hanya terdistribusi di lingkungan sekolah, tetapi juga di khalayak yang lebih luas melalui pameran, bazar, kerja sama dengan dinas perikanan, hingga menjadi produk unggulan di toko oleh-oleh khas Madura.
Di luar aspek teknis, kegiatan kelompok usaha ini juga menjadi arena pembentukan karakter. Meilinda melatih para siswanya untuk bekerja sama dalam tim, berkomunikasi secara profesional, berpikir kreatif, dan bertanggung jawab.
Dampak program yang Meilinda rintis kian meluas ketika kelompok usaha sekolah SMKN 1 Tlanakan mendapatkan kepercayaan untuk berkolaborasi dalam penyediaan produk yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kolaborasi strategis ini, para siswa terlibat langsung dalam produksi pangan bergizi berbasis hasil perikanan yang didistribusikan kepada masyarakat. Mereka belajar tentang pentingnya standar mutu, keamanan pangan, serta tanggung jawab sosial sebagai produsen yang menghasilkan produk untuk konsumsi publik.
Melahirkan Wirausahawan Muda Perikanan Indonesia
Di balik setiap program yang ia jalankan, tersimpan visi jangka panjang yang jauh melampaui target kurikulum. Meilinda bercita-cita agar kelompok usaha sekolah yang ia rintis dapat berkembang menjadi unit produksi yang mandiri dan berkelanjutan sekaligus menjadi sarana pembelajaran berbasis proyek yang secara konsisten melahirkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional.
“Saya berharap semakin banyak siswa yang terinspirasi untuk menjadi wirausahawan muda di bidang perikanan dan pengolahan hasil perikanan, sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat,” tuturnya.
Lebih dari sekadar guru, Meilinda menempatkan dirinya sebagai agen perubahan. Baginya, menjadi alumni berdampak bukan tentang pencapaian pribadi yang bersifat individual, melainkan tentang seberapa luas manfaat yang bisa ia tebarkan melalui setiap siswa yang ia didik, setiap produk yang mereka hasilkan, dan setiap mimpi wirausaha yang ia nyalakan.
“Melalui pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan siswa, saya berupaya menghadirkan perubahan yang berkelanjutan serta memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan sektor perikanan Indonesia,” pungkasnya. (naf)
