More
    BerandaUncategorizedBermodal Pengalaman di Lab Kampus, Alumnus FPK Sukses Berkarier di Industri Life...

    Bermodal Pengalaman di Lab Kampus, Alumnus FPK Sukses Berkarier di Industri Life Science

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 19 Juni 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Taufik Indarmawan, alumnus Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR berhasil membuktikan bahwa latar belakang pendidikan perikanan bukan penghalang untuk berdampak jauh melampaui batas bidang studi. Taufik kini berkarier sebagai Solution Scientist di Merck Life Science Indonesia di PT Merck Chemicals and Life Sciences. Perusahaan tersebut bergerak di bidang penyediaan material, teknologi, dan layanan laboratorium terkemuka yang mendukung ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia, sekaligus bagian dari raksasa sains dan teknologi asal Jerman, Grup Merck.

    Karier yang ia jalani saat ini tidak terlepas dari proses bertumbuh yang ia lalui di FPK. Sebagai mahasiswa budidaya perairan, dulu Taufik menjadikan laboratoirum sebagai tempatnya meraup berbagai pengalaman mengesankan.

    Berawal dari Laboratorium

    Saat sebagian besar rekannya lebih menikmati kegiatan budidaya langsung di lapangan, Taufik justru menemukan passion-nya di balik meja analisis dan data jurnal ilmiah. “Dari kegiatan praktikum dan riset di laboratorium, saya tumbuh lebih matang dalam analisis. Lab membantu proses critical thinking untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang belum terpecahkan,” tuturnya.

    Setelah lulus, ia melanjutkan studi ke jenjang S2 sebelum kemudian terjun ke industri laboratorium swasta dan pemerintah selama 3,5 tahun membantunya membangun pengalaman teknis yang kelak menjadi bekal berharga sebelum bergabung dengan Merck Life Science Indonesia.

    Hadapi Krisisi saat Pandemi

    Lebih lanjut, Taufik bercerita bahwa selama perjalanan kariernya, ada satu momen yang sangat mengesankan. Yaitu saat pandemi Covid-19 merebak. Ia bercerita bahwa ia dan perusahaannya berkolaborasi dengan beberapa industri dalam negeri untuk mengembangkan desain kit diagnostik PCR Covid-19 di tengah kacaunya supply raw material.

    “Hingga akhirnya, karena kolaborasi yang baik dengan partner industri, segala hambatan dari A sampai Z tersebut dapat kami lewati. Kit produksi dalam negeri tersebut rampung dan digunakan di rumah sakit dan klinik dengan hasil yang baik dan biaya terjangkau,” kenangnya.

    Pencapaian ini bukan hal kecil. Di saat dunia dilanda kelangkaan bahan baku diagnostik, Taufik dan timnya berhasil merancang solusi yang tidak hanya fungsional secara ilmiah, tetapi juga terjangkau secara ekonomis bagi fasilitas kesehatan di Indonesia.

    Capaian tersebut menjadi bukti bahwa ilmu analitik dan kemampuan riset yang ia peroleh saat duduk di bangku perkuliahan tidak membatasinya untuk mengenal disiplin ilmu lain. Dalam kesehariannya sebagai Solution Scientist di PT Merck Chemicals and Life Sciences, Taufik juga aktif berkolaborasi dengan para peneliti dan pelanggan dalam proyek riset terbaru mereka, memberikan solusi alternatif atas berbagai kendala kebutuhan bahan riset laboratorium.

    Sebagai alumnis FPK, Taufik menyadari bahwa selain hard skill, mahasiswa perlu memiliki soft skill untuk mendukung karier mereka setelah lulus. Dengan kemampuan tersebut, lulusan FPK bisa memperluas kariernya bahkan di bidang yang jauh berbeda.

    Menurutnya, tidak semua lulusan perikanan harus bekerja di bidang perikanan dan itu bukan masalah. Yang terpenting adalah universitas membekali mahasiswanya dengan kemampuan dasar yang solid, komunikasi, analisis data, disiplin, dan kemampuan adaptasi.(rin)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru