More
    BerandaUncategorizedPatroli Air Jatim Gandeng Industri Jaga Kelestarian Kali Surabaya Lewat Rembuk Lingkungan

    Patroli Air Jatim Gandeng Industri Jaga Kelestarian Kali Surabaya Lewat Rembuk Lingkungan

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 19 Juni 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Tim Patroli Air Provinsi Jawa Timur mengubah pendekatan dalam menjaga kualitas Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Surabaya. Melalui program Rembuk Lingkungan, tim tidak lagi hanya menggandeng masyarakat dan komunitas, tetapi juga melibatkan pelaku usaha dan industri di sepanjang bantaran sungai untuk bersama-sama menjaga kelestarian sumber air.

    Koordinator Tim Patroli Air Jawa Timur, Imam Rochani, mengatakan keterlibatan sektor industri merupakan terobosan baru dalam upaya pengawasan dan pelestarian sungai yang selama ini lebih banyak berfokus pada pendekatan kepada masyarakat.

    “Biasanya rembuk lingkungan dilakukan bersama masyarakat atau komunitas tambangan. Sekarang kami mulai mengajak pelaku industri untuk duduk bersama. Tujuannya membangun kepedulian dan rasa memiliki terhadap kelestarian Kali Surabaya karena sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis Jumat (19/6/2026).

    Menurut Imam, pendekatan tersebut tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi diwujudkan dalam berbagai aksi nyata yang melibatkan manajemen perusahaan hingga para karyawan.

    Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai, ekspedisi menyusuri Kali Surabaya bersama pelaku industri agar mereka melihat langsung kondisi sungai, serta mendorong perusahaan membiayai secara mandiri berbagai kegiatan pemulihan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.

    Ia menegaskan paradigma pengawasan terhadap dunia usaha kini telah berubah. Tim Patroli Air tidak lagi memosisikan diri sebagai pihak yang hanya melakukan pengawasan, melainkan menjadi mitra yang membangun dialog dan kolaborasi dalam menjaga lingkungan.

    “Kami ingin perusahaan merasa menjadi bagian dari solusi. Dengan pendekatan yang kolaboratif, perusahaan memiliki ruang untuk terbuka dan terus meningkatkan kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan,” katanya.

    Menurut Imam, langkah tersebut sangat penting mengingat Kali Surabaya merupakan salah satu sumber air baku utama yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari serta menopang berbagai aktivitas ekonomi.

    Sementara itu, Perum Jasa Tirta (PJT) I memastikan ketersediaan air di wilayah Sungai Brantas masih dalam kondisi aman meski terdapat potensi musim kemarau akibat fenomena El Nino.

    Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Brantas III PJT I, Ariet Setiawan, mengatakan pasokan air dari wilayah hulu masih sesuai dengan pola operasi waduk sehingga diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. “Untuk ketersediaan air di hulu saat ini masih sesuai pola, artinya pasokan masih cukup hingga akhir tahun,” ujarnya.

    Meski demikian, PJT I tetap melakukan langkah antisipasi apabila terjadi kekeringan ekstrem seperti yang pernah dialami pada 2018. Prioritas distribusi air akan diberikan untuk kebutuhan air minum masyarakat dan irigasi pertanian.

    Selain menjaga kuantitas air, PJT I juga terus memantau kualitas air Kali Surabaya melalui pengambilan sampel secara berkala yang selanjutnya diuji di laboratorium. Melalui forum Rembuk Lingkungan, industri diharapkan semakin patuh terhadap ketentuan baku mutu limbah serta mampu merespons cepat apabila ditemukan indikasi pencemaran.

    Di sisi lain, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menegaskan pentingnya kepatuhan perusahaan dalam memiliki izin pemanfaatan air permukaan.

    Ketua Pelaksanaan Urusan Perizinan Pemanfaatan dan Rekomendasi Teknis BBWS Brantas, Dimas, mengatakan perusahaan yang telah mengantongi izin wajib melaporkan volume pengambilan air secara berkala sehingga dapat dipantau sebagai dasar pengelolaan sumber daya air, terutama saat musim kemarau.

    “Perusahaan yang sudah berizin memiliki kewajiban menyampaikan laporan berkala sehingga penggunaan air dapat dikendalikan. Tantangan terbesar justru berasal dari perusahaan yang belum memiliki izin karena pengambilan airnya sulit dipantau,” ujarnya.

    Menurut Dimas, apabila kondisi kekeringan akibat El Nino meningkat, pembatasan pengambilan air akan diberlakukan bagi sektor industri melalui Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT). Sementara itu, kebutuhan air baku masyarakat dan irigasi pertanian tetap menjadi prioritas utama sehingga tidak akan dikurangi.

    Ia juga mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku usaha di sepanjang Kali Surabaya untuk menggunakan air secara bijaksana serta bersama-sama menjaga kualitas sungai sebagai sumber kehidupan.

    Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha, Tim Patroli Air Jawa Timur optimistis upaya pengendalian pencemaran dan pelestarian Kali Surabaya dapat berjalan lebih efektif sekaligus meningkatkan kepatuhan lingkungan sektor industri secara berkelanjutan. (hjr)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru