Jakarta, 31 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Provinsi Jawa Timur berhasil meraih tiga penghargaan dalam program THE MOST KUA 2026 (Move for Sakinah Maslahat) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Penghargaan tersebut diserahkan pada 29 Oktober 2026 dalam rangkaian kegiatan Sinkronisasi dan Koordinasi Pelaporan Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Jakarta.
Tiga penghargaan tersebut meliputi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur sebagai Terbaik II kategori provinsi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban sebagai Terbaik III kategori kabupaten/kota, serta KUA Kebomas, Kabupaten Gresik, sebagai Terbaik I kategori KUA.
THE MOST KUA merupakan program pembinaan keluarga sakinah yang dilaksanakan selama Ramadan 1447 H/2026 M. Penghargaan diberikan berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pembinaan keluarga sakinah yang diselenggarakan Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai daerah.
Dihubungi seusai acara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim), Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja bersama seluruh jajaran Kementerian Agama di Jawa Timur, khususnya para penghulu, penyuluh agama Islam, dan seluruh pelaksana layanan KUA yang terus berupaya menghadirkan pembinaan keluarga secara nyata di tengah masyarakat.
“Capaian ini tentu patut kita syukuri, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana semangat pembinaan keluarga sakinah benar-benar tumbuh dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. KUA tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat untuk mengurus administrasi pernikahan, tetapi juga harus hadir sebagai pusat edukasi, konsultasi, pendampingan, dan pemberdayaan keluarga. Di sinilah peran strategis KUA dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menyiapkan generasi yang berkualitas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembinaan keluarga sakinah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang adaptif terhadap kebutuhan dan karakteristik masyarakat. Menurutnya, persoalan keluarga saat ini semakin beragam sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya KUA, tetapi juga penyuluh agama, penghulu, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan mitra strategis lainnya.
“Kami berharap penghargaan ini tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program dan memperluas jangkauan pembinaan. Nilai-nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah harus hadir dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Keluarga yang kuat akan menjadi fondasi bagi masyarakat yang harmonis dan bangsa yang lebih baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Jatim, Munir, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan Jawa Timur meraih tiga penghargaan sekaligus.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian ini. Penghargaan untuk Jawa Timur, Kabupaten Tuban, dan KUA Kebomas menunjukkan bahwa pembinaan keluarga sakinah di Jawa Timur telah berjalan dengan baik dan mendapatkan apresiasi di tingkat nasional. Tentu ini merupakan hasil kerja bersama, bukan hanya satu atau dua orang, tetapi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program,” tuturnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi seluruh KUA di Jawa Timur untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan pembinaan keluarga. Dengan demikian, program THE MOST KUA tidak hanya menjadi kegiatan selama Ramadan, tetapi juga dapat dilanjutkan melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, THE MOST KUA menghadirkan berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah, antara lain edukasi keluarga sakinah, bimbingan bagi remaja usia sekolah dan remaja usia nikah, konseling keluarga, serta diskusi tematik yang melibatkan penghulu, penyuluh agama, dan mitra strategis setempat.
Materi pembinaan mencakup penguatan nilai-nilai sakinah, pencegahan konflik keluarga, peningkatan literasi hukum perkawinan, hingga penguatan ketahanan ekonomi keluarga. Kegiatan dapat dilaksanakan secara tatap muka, daring, maupun hibrida dengan memanfaatkan fasilitas KUA dan jejaring komunitas keagamaan.
Berdasarkan hasil evaluasi, THE MOST KUA 2026 melibatkan 1.941 KUA yang tersebar di 309 kabupaten/kota pada 24 provinsi. Program ini menghasilkan 6.713 laporan kegiatan dengan jumlah peserta mencapai sekitar 600.000 orang.(her)
