Jakarta, 31 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ahmad Wiyagus mengajak pemuda menyiapkan diri menjadi pemimpin berintegritas sekaligus mitra pembangunan. Ajakan itu disampaikan dalam keynote speech bertajuk “From Youth Camp to National Leadership Pipeline” di Indonesia Youth Summit (IYS) 2026, Jumat (30/10).
Sesi yang berlangsung pada siang menjelang sore di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, itu merupakan rangkaian IYS 2026 yang digelar pada 29–30 Oktober 2026.
Wamendagri membuka paparannya dengan menelusuri perjalanan Sumpah Pemuda dan Kongres Pemuda. Ia mengaitkannya dengan para pemuda yang kini berkumpul mengikuti Wirasena Youth Camp dan menjalani pelatihan kepemimpinan. Jika dahulu pemuda berkumpul dalam kongres, saat ini mereka berkumpul untuk menempa diri sebagai calon pemimpin.
Menurut Wamendagri, pemuda masa kini perlu benar-benar memahami integritas, sebab musuh bangsa tidak lagi tampak seperti pada masa penjajahan. Situasi geopolitik pun berbeda dari zaman Kongres Pemuda. Di tengah derasnya informasi yang beredar di gawai masing-masing, budaya literasi harus ditekankan.
Ia juga mengaitkan pesannya dengan Pembukaan UUD 1945. Indonesia, kata Wamendagri, lahir dari semangat anti kolonial dan cita-cita merdeka, dengan janji negara untuk melindungi segenap bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Janji itu ia sebut sebagai kontrak negara dengan bangsanya. Dari sana, ia menyinggung Perpres Nomor 43 Tahun 2022 serta delapan misi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, lalu menempatkan peran pemuda di dalamnya.
Di sisi tata kelola, Wamendagri menjelaskan bahwa Kemendagri melakukan pembinaan dan pengawasan umum terhadap penyelenggaraan kepemudaan secara nasional. Ia menyoroti kolaborasi Kemendagri dan Kemenpora dalam urusan kepemudaan, olahraga, serta pemerintahan. Ia pun mengajak pemerintah daerah membangun tata kelola yang kolaboratif atau collaborative governance, agar pemuda tidak hanya aktif di tataran wacana, tetapi benar-benar berkembang dan aspirasinya menjadi solusi atas persoalan negara.
Untuk itu, ia mendorong penguatan keterhubungan antara pemerintah dan organisasi kepemudaan. Alumni pelatihan kepemimpinan juga akan diberi ruang seluas-luasnya untuk terlibat dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), forum tahunan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan kelompok rentan dalam menyusun rencana pembangunan nasional maupun daerah.
Wamendagri menegaskan pentingnya memelihara persatuan dan kesatuan serta menjaga soliditas, karena semuanya merupakan cerminan fondasi kepemimpinan berintegritas. Pemuda, ujarnya, adalah mitra pembangunan sekaligus penggerak partisipasi masyarakat. Bonus demografi pun harus memberi dividen bagi kepemimpinan bangsa.
“Kita harus punya mimpi ke depan,” kata Wamendagri. Dengan mimpi itu, ia berharap Indonesia Emas benar-benar terwujud dan masyarakat yang adil dan makmur dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.(Aul)
