More
    BerandaUncategorizedOperasional Haji Hari Ke-22, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 30.344 Jemaah dan Petugas

    Operasional Haji Hari Ke-22, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 30.344 Jemaah dan Petugas

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 13 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-22 berjalan lancar dan tertib. Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 12 Mei 2026 pukul 21.00 WIB, sebanyak 30.344 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci atau mencapai 69 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.

    Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).

    Secara kumulatif hingga 11 Mei 2026, sebanyak 28.824 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dalam 76 kloter. Pada 12 Mei 2026, Embarkasi Surabaya kembali memberangkatkan 1.520 jemaah dan petugas dari empat kloter, yakni SUB 77, SUB 78, SUB 79, dan SUB 80. Dengan tambahan tersebut, total jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan mencapai 30.344 orang dalam 80 kloter.

    Berdasarkan komposisi jenis kelamin, jumlah jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan terdiri atas 14.127 laki-laki dan 16.217 perempuan.

    Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa seluruh proses pemberangkatan terus dilakukan dengan mengedepankan aspek pelayanan, kesehatan, dan keselamatan jemaah.

    “PPIH Embarkasi Surabaya terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh proses operasional, mulai dari kedatangan jemaah, pemeriksaan kesehatan, pengisian manifest, hingga proses keberangkatan menuju Arab Saudi,” ujarnya.

    Dalam operasional pemberangkatan, tercatat sebanyak 128 mutasi keluar yang memengaruhi komposisi manifest keberangkatan jemaah. Mutasi keluar tersebut terdiri atas 1 jemaah sakit di daerah, 24 jemaah sakit di RS Haji, 2 jemaah hamil di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), 12 pendamping jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 27 jemaah tunda keberangkatan dari daerah, 2 jemaah tunda Mecca Route (1 sakit dan 1 pendamping), 36 kursi kosong (praman kosong), 2 perpindahan nomor urut, dan 19 perpindahan kloter.

    Dari total mutasi keluar tersebut, sebanyak 72 kursi berhasil diisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk, yang terdiri atas 25 jemaah dari daftar belum berkloter dan 47 jemaah dari kloter lain yang dialihkan untuk mengisi kekosongan kursi. Dengan demikian, sisa kursi kosong (open seat) hingga saat ini tercatat sebanyak 56 kursi.

    “Skema pengisian seat kosong terus dioptimalkan agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan keberangkatan jemaah berjalan efektif tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kenyamanan,” tambah Mohammad As’adul Anam.

    Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), sebanyak 77 kloter tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.

    PPIH Embarkasi Surabaya juga menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat enam jemaah haji asal Embarkasi Surabaya yang wafat di Arab Saudi dan satu jemaah wafat di embarkasi.

    Rincian jemaah wafat di Arab Saudi sebagai berikut:

    1. Kamariyah Dul Tayib (85 tahun), Kloter 8 Kabupaten Pasuruan, wafat di Hotel Maysan Al Harithia Madinah pada 26 April 2026 karena Acute Respiratory Failure.
    2. Abd Wachid (71 tahun), Kloter 7 Kabupaten Pasuruan, wafat di RS Al-Noor Makkah pada 7 Mei 2026 karena Septic Shock.
    3. Fajar Puja Sasmita (53 tahun), Kloter 11 Kota Malang, wafat di RS King Faisal Makkah pada 7 Mei 2026 karena Cardiogenic Shock.
    4. Sibiatun Saji (72 tahun), Kloter 33 Kabupaten Lamongan, wafat di Mouwarat Hospital Madinah pada 8 Mei 2026 karena Acute Respiratory Failure.
    5. Mustika Rajim Diman (75 tahun), Kloter 47 Kabupaten Gresik, wafat di Al Haram Hospital Madinah pada 8 Mei 2026 karena Cardiogenic Shock.
    6. Suyono Reso (58 tahun), Kloter 62 Kabupaten Jombang, wafat di RS King Faisal Makkah pada 9 Mei 2026 karena Cardiogenic Shock.

    Sementara itu, satu jemaah wafat di embarkasi atas nama Tini Atmin (56 tahun), Kloter 43 Kabupaten Gresik, akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji.

    “Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam.

    Hingga saat ini, jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 8 orang yang terdiri atas 5 jemaah sakit, 1 pendamping, dan 2 kategori lain terkait Mecca Route. Sebagian jemaah masih menjalani observasi kesehatan dan menunggu penempatan pada kloter berikutnya.

    Pada fase pertama pemberangkatan ini, jemaah tertua tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang dengan usia 98 tahun.

    PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat rencana kedatangan jemaah ke asrama pada 13 Mei 2026 sebanyak 1.140 jemaah dan petugas dalam tiga kloter, yakni SUB 84, SUB 85, dan SUB 86 yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

    PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan, keamanan, serta kenyamanan seluruh jemaah selama proses operasional haji berlangsung.(her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru