More
    BerandaUncategorizedOperasional Haji Hari Ke-26, Embarkasi Surabaya Telah Berangkatkan 36.037 Jemaah dan Petugas

    Operasional Haji Hari Ke-26, Embarkasi Surabaya Telah Berangkatkan 36.037 Jemaah dan Petugas

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 18 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-26 terus berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 16 Mei 2026, sebanyak 36.037 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci atau mencapai 82 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.

    Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).

    Hingga 15 Mei 2026, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 91 kloter dengan total 34.521 jemaah dan petugas. Pada 16 Mei 2026 terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.517 orang yang tergabung dalam Kloter SUB 92 hingga SUB 95. Dengan demikian, total kumulatif pemberangkatan mencapai 36.037 orang dalam 95 kloter.

    Secara rinci, jumlah yang telah diberangkatkan terdiri atas 35.412 jemaah, 379 petugas, 133 PHD, dan 113 PIH KBIHU. Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 16.882 orang merupakan jemaah laki-laki dan 19.155 orang perempuan.

    Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa seluruh proses operasional pemberangkatan terus dioptimalkan agar berjalan sesuai jadwal serta memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

    “PPIH Embarkasi Surabaya terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur pelayanan guna memastikan proses pemberangkatan berjalan aman, tertib, nyaman, dan tepat waktu. Kondisi kesehatan serta keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan operasional,” ujarnya.

    Dalam dinamika operasional pemberangkatan, tercatat sebanyak 147 mutasi keluar. Mutasi tersebut terdiri atas 1 jemaah sakit di daerah, 32 jemaah sakit di RS Haji, 2 jemaah hamil di asrama haji, 14 pendamping jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 32 jemaah tunda dari daerah, 3 jemaah tunda melalui skema Mecca Route, 37 praman kosong, 2 perpindahan nomor urut, serta 23 perpindahan kloter.

    Mutasi keluar tersebut umumnya disebabkan oleh kondisi kesehatan jemaah yang belum memenuhi syarat terbang, kebutuhan pendampingan, maupun penyesuaian administrasi dan manifest penerbangan. PPIH Embarkasi Surabaya terus melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan, rumah sakit, serta daerah asal untuk memastikan penanganan dan tindak lanjut bagi jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan.

    Untuk mengoptimalkan keterisian kapasitas penerbangan, PPIH juga melakukan mutasi masuk sebanyak 85 jemaah yang terdiri atas 28 jemaah dari daftar belum berkloter dan 57 jemaah dari kloter lain. Hingga saat ini, jumlah open seat tercatat sebanyak 62 kursi.

    Open seat terjadi akibat adanya jemaah yang batal berangkat karena sakit, penundaan keberangkatan, perpindahan kloter, maupun alasan operasional lainnya. Kursi kosong tersebut kemudian diisi melalui mekanisme mutasi masuk agar kapasitas penerbangan tetap optimal dan jadwal keberangkatan berjalan sesuai rencana.

    Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), sebanyak 93 kloter tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal penerbangan.

    PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat sebanyak 10 jemaah wafat selama masa operasional pemberangkatan haji tahun 2026, terdiri atas sembilan jemaah wafat di Arab Saudi dan satu jemaah wafat di embarkasi.

    Adapun daftar jemaah wafat di Arab Saudi sebagai berikut:

    1. Kamariyah Dul Tayib (85 tahun), Kloter 8 Kabupaten Pasuruan.
    2. Abd Wachid (71 tahun), Kloter 7 Kabupaten Pasuruan.
    3. Fajar Puja Sasmita (53 tahun), Kloter 11 Kota Malang.
    4. Sibiatun Saji (72 tahun), Kloter 33 Kabupaten Lamongan.
    5. Mustika Rajim D (75 tahun), Kloter 47 Kabupaten Gresik.
    6. Suyono Reso (58 tahun), Kloter 62 Kabupaten Jombang.
    7. Dumaiyah Gopur (67 tahun), Kloter 6 Kabupaten Pasuruan.
    8. Asraf Sudam (65 tahun), Kloter 1 Kabupaten Probolinggo.
    9. Tarni Talikah Kastamun (66 tahun), Kloter 55 Kabupaten Sidoarjo.

    Sementara itu, satu jemaah wafat di embarkasi atas nama Tini Atmin (56 tahun) dari Kloter 43 Kabupaten Gresik akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya.

    “Atas nama PPIH Embarkasi Surabaya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam.

    Hingga saat ini, jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak sembilan orang. Delapan orang merupakan jemaah dengan kategori sakit dan satu orang merupakan pendamping jemaah.

    Adapun jemaah yang masih berada di embarkasi antara lain Manah Saram dari Kabupaten Pamekasan, Nawawi Syamsul Arifin dan Abdul Manaf dari Kabupaten Bondowoso, Sahwati Marta Is dari Kabupaten Bondowoso, Rafiin P Supatri dan Fathor Rahman Bunawardi dari Kabupaten Situbondo, Ahmad Dahlan Said dan Hartatik Hari Lugiyo dari Kabupaten Jember, serta Abd Rohmat dari Kabupaten Jember. Para jemaah tersebut saat ini masih menjalani observasi kesehatan dan menunggu kesiapan untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya.

    Pada fase pertama pemberangkatan, jemaah tertua Embarkasi Surabaya tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang dengan usia 98 tahun.

    PPIH Embarkasi Surabaya juga menjadwalkan kedatangan tiga kloter ke Asrama Haji pada 17 Mei 2026 dengan total 1.140 jemaah dan petugas yang berasal dari Kabupaten Lumajang, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Tulungagung.

    PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah selama proses operasional penyelenggaraan ibadah haji berlangsung.(her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru