More
    BerandaOlahragaPB FAJI Resmi Di Lantik KONI Pusat

    PB FAJI Resmi Di Lantik KONI Pusat

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Jakarta 17 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Kepengurusan baru Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2026-2030 di bawah kepemimpinan Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla., resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada Sabtu, 16 Mei 2026.

    Pelantikan berlangsung di Cilandak Marinir Driving Range, Jakarta, dan dihadiri Ketua Umum KONI Pusat beserta jajaran, perwakilan Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Martini M. Paham, perwakilan Basarnas, serta Kepala Staf Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suherlan, S.E., M.M., Sc., CHRMP.

    Selain itu, acara tersebut juga dihadiri perwakilan delapan Pengurus Provinsi (Pengprov), yakni Sulawesi Tengah, DKI Jakarta, Aceh, Lampung, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

    Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengatakan prestasi yang telah diraih cabang olahraga arung jeram harus terus dipertahankan. Menurut dia, tampilnya arung jeram untuk pertama kali pada PON Aceh-Sumut 2024 menjadi sejarah penting bagi pengembangan pembinaan olahraga tersebut di daerah.

    Marciano juga mengapresiasi prestasi arung jeram Indonesia di level internasional, termasuk pada Kejuaraan Dunia di Perak, Malaysia, akhir tahun lalu. Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan cabang olahraga arung jeram sudah layak naik kelas.

    Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman melantik Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2026-2030 di bawah kepemimpinan Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla

    “Semakin banyak event internasional digelar di Indonesia, semakin baik pula dampaknya terhadap pembinaan di daerah karena bisa menjadi contoh pengembangan. Selain berorientasi pada kompetisi, cabang olahraga ini juga harus menjadi penggerak sport tourism, konservasi lingkungan sungai, hingga penanggulangan bencana,” ujarnya.

    Sebagai penggerak sport tourism, Marciano menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga arung jeram karena didukung kondisi alam yang sangat ideal.

    “Alam Indonesia sangat mendukung perkembangan atlet-atlet arung jeram. Karena itu, saya berpesan kepada Ketua PB FAJI masa bakti 2026-2030 agar terus bersinergi dengan Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan kualitas sport tourism di Indonesia,” tambahnya.

    Menurut dia, berbagai destinasi wisata yang memiliki potensi arung jeram perlu dioptimalkan melalui penyelenggaraan kejuaraan tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

    Marciano menegaskan KONI Pusat bersama 38 KONI provinsi dan 514 KONI kabupaten/kota siap memberikan dukungan penuh kepada Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia dalam mengembangkan olahraga arung jeram sekaligus memperkuat sport tourism nasional.

    Ia juga optimistis Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pariwisata akan mendukung penuh pengembangan sport tourism berbasis arung jeram di Indonesia.

    Sementara itu, Ketua Umum, Oni Junianto, mengatakan kepengurusan baru akan fokus menjalankan empat pilar utama organisasi, yakni prestasi, pariwisata, konservasi sungai, dan kebencanaan.

    Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2026-2030 di bawah kepemimpinan Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla

    “Empat pilar ini menjadi dasar kami untuk bekerja sama dengan berbagai stakeholder demi mewujudkan pengembangan olahraga arung jeram di Indonesia,” ungkap Oni.

    Dalam pengembangan sport tourism, PB FAJI telah menyiapkan sejumlah daerah prioritas seperti Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Menurut Oni, saat ini terdapat sekitar 800 operator arung jeram yang telah terverifikasi dan 500 di antaranya sudah terakreditasi.

    “Kami sedang menyiapkan database yang akurat agar setiap titik sport tourism memiliki standar keselamatan yang jelas melalui kualitas operator yang terverifikasi,” tegasnya.

    Kemudian, PB FAJI juga terus aktif dalam program konservasi sungai, termasuk keterlibatan dalam kegiatan pelestarian dan pembersihan Sungai Citarum. ” Karena kami ingin masyarakat tidak hanya mencintai olahraga arung jeram, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sungai sebagai bagian penting dari aktivitas ini,” ucap Oni.

    PON

    Selain pengembangan sport tourism, PB FAJI juga tengah berupaya melobi provinsi penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) agar cabang olahraga arung jeram tetap dipertandingkan pada edisi berikutnya. Marciano menjelaskan, proses penentuan cabang olahraga untuk PON 2028 masih berlangsung dan akan diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI pada 21 Mei mendatang.

    “Arung jeram sudah dipertandingkan pada PON Aceh-Sumut 2024. Untuk PON XXII 2028 di NTT dan NTB, PB FAJI saat ini terus berkoordinasi dengan tuan rumah agar arung jeram kembali masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan,” imbuh Oni.

    Terkait persiapan menuju PON 2028, Komandan Pasmar 2 ini menambahkan proses koordinasi dengan tuan rumah NTT, NTB, dan DKI Jakarta terus berjalan dan sejauh ini mendapat respons positif.(ian)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru